|
Apa kata mereka tentang CICO ?
|
BADAN PENELITIAN dan PENGEMBANGAN KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA |
|
|
|
|
Written by Dera
|
|
Monday, 19 July 2010 03:27 |
|
Suasana meriah dan sesaat berwarna merah Nampak terlihat pada aktifitas Outbound Badan Penelitian dan pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Acara yang digelar tanggal; 25 Maret 2010, diikuti peserta mencapai 100 orang dengan kostum berwarna merah yang mewakili semangat mereka dalam mengikuti setiap permainan dan rangkaian acara yang dimulai sejak pagi hingga petang. Beberapa peserta mengaku ini adalah kali pertama berkegiatan di CICO, suasana nya cukup asri, dan permainannya cukup membuat otak dan fisik lelah, namun semua merasakan kegembiraan yang terlihat saat coffee break sore tiba dan mereka beristirahat di Tater Area seraya ditemani gemericik air Sungai Cijabar. WALHI INSTITUTE Di penghujung bulan Maret , CICO diramaikan oleh kunjungan Walhi Institute untuk melaksanakan pertemuan selam 2 hari, mulai tanggal 26 s/d 28 Maret 2010. Pertemuan kali ini mengkaji Kebijakan REDD dan pembahasan lebih lanjut tentang apa yang telah dihasilkan dari REDD bagi lingkungan. Peserta meeting dari WALHI menyatakan cukup puas menggunakan fasilitas dan ini juga kali pertama mereka menggunakan fasilitas CICO untuk mengakomodasi kegiatan mereka. PT.PNM MANDIRI Suasana di CICO Resort cukup cerah menantikan kedatanga para peserta Pelatihan PT PNM MANDIRI .Acara dimulai tanggal 3 s/d 4 Maret 2010. Kunjungan ini adalah kali pertama PT PNM mengadakan kegiatan di CICO Resort. BApak Osman salah satu Panitia kegiatan Pelatihan ini, merasakan kenyamanan selama beraktifitas di CICO, hal demikian yang selalu kami harapkan kedepannya, agar kerjasama ini dapat berjalan seterusnya’’. |
|
Last Updated on Monday, 19 July 2010 03:46 |
|
|
Kantor Pemberdayaan Perempuan (KPP) |
|
|
|
|
Written by irma dana
|
|
Friday, 14 August 2009 03:36 |
|
Sejak tanggal 10 – 12 Agustus 2009, Kantor Pemberdayaan Perempuan (KPP), Jakarta, kembali mengadakan Pelatihan Database Pelaporan untuk Petugas Pencatatan Pelaporan Daerah. Ada sekitar 35 orang peserta yang hadir dan mewakili Nusa Tenggara Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Ditemui di ruang tamu Merak 2, Ibu Sugianti, yang memakai setelan berwana biru, tersenyum ramah saat menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan. Secara umum Ibu Yayan, panggilan sehari-harinya, cukup puas dengan fasilitas di kawasan CICO. “Peserta tidak ada yang mengeluh. Ini kedua kalinya untuk divisi saya, kalau KPP sudah sering berkegiatan di CICO. Makanannya juga enak, cocok, bumbunya terasa. Cuma, kalau bapak-bapak yang makan itu porsinya kan banyak. Kadang-kadang yang makan terakhir suka kehabisan. Apalagi kalau menunya cocok. Tapi tidak masalah,” tutur Bu Yayan. Bu Yayan juga puas dengan pelayanan di CICO yang sangat cepat. Juga fasilitas kamarnya yang bagus. “ Lingkungannya bikin kangen. Kalau pagi-pagi enak, kami bisa jalan-jalan. Kalau menginap di hotel kan biasanya pinggir jalan raya, banyak polusi. Makanya berkegiatannya di sini aja, udaranya masih bersih,” kesan Bu Yayan. Salah seorang peserta pelatihan, Pak Anas Rustam Aji, dari Biro Pemberdayaan Perempuan, Kepulauan Riau, menuturkan, “Fasilitas kamar di CICO sudah baik, makanan juga enak. Di Tanjung Pinang tidak ada tempat yang seperti ini,” sambil tersenyum Pak Anas memutarkan telunjuknya. [irma dana]. |
|
Last Updated on Friday, 16 July 2010 06:27 |
|
PEKKA memenuhi kawasan CICO |
|
|
|
|
Monday, 20 July 2009 12:00 |
Tanggal 20 – 27 Juli 2009 lalu, rombongan dari PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) memenuhi kawasan CICO. LSM yang berkantor di Jakarta Timur ini melakukan pendampingan masyarakat, terutama wanita di seluruh Indonesia yang harus menjadi kepala keluarga secara alami atau sebab lain (masalah rumah tangga atau konflik kerusuhan daerah). Ini kali pertama PEKKA mengadakan kegiatan di CICO. Selepas makan siang tadi, saya menyempatkan ketemu dengan Diana Zumroh, salah satu panitia dari PEKKA. Sambil duduk, di bawah tenda, Diana menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai fasilitas di CICO.
“CICO secara standar udah OK. Kamarnya cukup bersih. Snacknya baik, CICO juga mempunyai lingkungan sangat nyaman dan rindang oleh pepohonan.
Ya, sudah tiga hari ini sekitar 80 orang peserta Pelatihan Pembentukan Serikat Perempuan yang berasal dari delapan wilayah di Indonesia (Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawasi Tenggara, Pontianak dan Aceh) terlihat hilir mudik di kawasan CICO
Lain lagi pendapat Romlawati, pengurus PEKKA lainnya, mbak Rom suka dengan kawasan CICO yang alami. Juga dengan gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk diskusi kelompok. Jadi setiap peserta tidak harus berada di dalam ruangan meeting, bisa melakukan kegiatan di luar ruang.
Salah seorang petugas lapangan dari PEKKA asal Flores, NTT bersenyum ramah, Susana Rawa, pun ikut berkomentar “Senang ada di CICO, serasa di kampung, adem, ada pohon-pohon masih bisa menghirup udara segar”.
Pernyataan itu pun mengakhiri obrolan selepas makan siang, dengan menu karedok dan empal yang dinikmati peserta pelatihan Pembentukan Serikat Perempuan di CICO. [irma dana] |
|
Kegiatan TOT Bidang PHAST dari PMI Pusat |
|
Thursday, 16 July 2009 12:00 |
Aula di kawasan CICO saat itu sedang digunakan untuk kegiatan TOT Bidang PHAST dari PMI Pusat. Saat rehat kopi, saya menyempatkan diri menemui panitia pelatihan, Yuli Arinta Dewi, yang berkerudung putih, dan kami pun berbincang seputar fasililitas di CICO, sesekali sambil kepedasan makan cemilan “Sejak tahun 2007, PMI sudah menggunakan fasilitas di CICO. Mulai dari kegiatan medical action team untuk dokter se Indonesia, pelatihan kehumasan, dan hari ini TOT yang diikuti oleh 19 peserta yang mewakili 33 propinsi di Indonesia. TOT ini berlangsung enam hari, dan dibagi menjadi dua kelas” kata Yuli sambil menjelaskan satu persatu pelatihan yang pernah dilakukan di CICO.
Menurut Yuli, kawasan CICO jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta, karena ada di pintu masuk kota Bogor. Bila harus mengadakan acara di kawasan puncak, biaya transportasinya tentu akan menjadi lebih mahal. Lokasi dan lansekap kawasan CICO sangat bagus, udaranya pun sejuk.
Saya sempat berbicara dengan salah satu peserta dari Jayapura, Juliance Emauri yang biasa dipanggil Popi. Sore itu, sebagian peserta bermain volley ball. Sementara Popi asyik menghubungi keluarganya lewat telpon selular sambil duduk-duduk di lapangan rumput dan menikmati hembusan angin yang meniup pepohonan di sekitar lapangan volley, Popi menceritakan kesan-kesannya selama menginap di CICO.
“Ini pertama kali saya nginap di CICO. Tempatnya enak, situasinya alami, banyak pepohonan. Desain tempatnya bagus, juga ada sungai kecil, kalau di Papua ada kali seperti itu, airnya murni dari pegunungan. Seandainya saya punya uang, saya mau membangun kawasan seperti CICO. Bisa untuk liburan keluarga dan menambah pendapatan pemerintah daerah,” terlontar dari bibir Popi.
Sehari-hari Popi bertugas di KSR – PMI Jayapura dan bekerja di rumah sakit pemerintah sebagai perawat di ruang ICU. Saran Popi berikut cukup menarik untuk kawasan CICO.
“CICO bisa koordinasi dengan PMI untuk mengelola air kalinya, dikeruk dan dibuat penampungan. Jadi airnya bisa digunakan oleh penduduk, sekaligus jadi pemasukan tambahan buat CICO juga. Terus, kalau bisa ada kolam renang, bisa untuk refreshing, seperti hotel-hotel di Bali dan Papua,” cetusnya.
Ngobrol sore pun usai, tak lama datang perempuan berkerudung putih, lalu duduk di sebelah Popi menyaksikan permaian volley ball. Aku pun beranjak meninggalkan Popi dan teman-temannya. [irma dana] |
|
|
|
|
|
|